PRIMBON WATAK

nenek moyang jawa dulu mengenal tradisi kata selapanan,yaitu memeringati hari kelahiran/weton yang berputar selama 35 hari sekali.biasanya dia akan berpuasa ngapit sebagai tirakat.(prihatin
) memperingati ketika ia dilahirkan dahulu.

Masyarakat jawa biasanya berpuasa sehari penuh yang dimulai pada saat magrib dan selesai magrib berikutnya.puasa ngapit adalah berpuasa tiga hari,yaitu pada hari weton kelahiran yang bersangkutan dan di tambah sehari sebelum dan sehari sesudahnya.

Biasanya,pada malam hari weton kelahiran dia akan terjaga semalaman,sambil menghidangkan varian bubur merah putih sebagai simbol berkomunikasi dengan empat saudara yang menjaganya,itulah yang dilambangkan sebagai sistem pasaran atau watak kelahiran.

Lalu mengapa orang jawa memulai pada hari jemuah kliwon dan selasa kliwon?jawabanya berhubungan dengan kliwon sebagai lambang ego pribadi,sedangkan hari jumat adalah hari baik untuk berkumpul bersama masyarakat.sedangkan hari selasa hari untuk merenungkan diri dan bertafakur mengingat pada sang maha pencipta.

Hal itu sangat berkaitan erat atas anjuran nabi kita muhammad untuk kita melakukan puasa pada hari senin dan kamis.sebenarnya puasa senin kamis itu untuk mempersiapkan diri bertafakur mendekatkan diri kepada sang maha pencipta di hari selasa dan sedangkan hari jumat mempersiapkan diri untuk berkumpul dengan masyarakat dihari jumat.

Itulah sebabnya orang jawa menggunakan malam selasa kliwon untuk menyepi dan bertafakur mencari kesempurnaan batin dan kesucian.sebaliknya,malam jumat kliwon sering di pakai untuk meminta kemampuan lebih yang berhubungan dengan kehidupan lahiriyah di dunia ini. 

0 Response to "PRIMBON WATAK"

Poskan Komentar

Hitungan Hari

Hitungan Hari

Baca Juga

Hitungan Pasaran

Hitungan Pasaran

Artikel Terbaru